SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

PROVINSI JAWA TIMUR

logo

Statistik Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini372
mod_vvisit_counterKemarin843
mod_vvisit_counterMinggu Ini3017
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin6805
mod_vvisit_counterBulan Ini16646
mod_vvisit_counterBulan Kemarin26691
mod_vvisit_counterSampai Hari Ini1567495

IP: 18.207.132.114
Hari Ini: 20 Nov, 2019

Situs Resmi Satpol PP Jatim

Penambangan tanah uruk berkedok kolam pemancingan sampai menjadi perhatian Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Pada Hari Selasa Tanggal 19 Maret 2019, korps penegak perda tingkat satu itu ingin membuktikannya dengan meninjau lokasi di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan. Ada empat personel Satpol PP Prov.Jatim dari bidang penegakan perda yang meninjau lokasi, mereka datang didampingi sejumlah anggota Satpol PP Kab. Madiun untuk melihat kondisi pengerukan yang sudah kelewat batas. Padahal belum mengantongi izin sesuai regulasi. Hal tersebut diyakini tidak akan terjadi seandainya sudah mengikuti prosedur. Sebab Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan rekomendasi teknis terkait batas luasan dan kedalaman yang bisa dikeruk

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membahas PR bersama terkait masalah popok bekas yang dibuang sembarangan ke sungai. Gubernur Khofifah menaksir jumlah popok di Jawa Timur mencapai kisaran 2,4 juta setiap harinya. Hal tersebut disampaikan pada acara Adopsi Sungai Brantas Gerakan Aksi Bersih Sungai Tahun 2020 di Taman Brantas Indah (TBI) Kabupaten Mojokerto. Pembukaan acara ini diawali penyerahan santunan oleh Gubernur Khofifah kepada 20 orang pemulung sampah, wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. Dilanjutkan penyerahan Drop Box sampah pada Ponpes Al Istiqomah Desa Mojokarang Kec. Dlanggu. Serta penanaman 500 batang bibit pohon trembesi disepanjang bibir sungai Brantas, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan susur sungai Brantas menggunakan perahu karet bersama Tim Tagana Dinsos Prov. Jatim, Trenggana Satpol PP Prov. Jatim dan Kepala OPD lainnya. Pada aksi susur sungai, dilakukan penebaran 50.000 benih ikan sampai finish di DAM Rolak 9. Kegiatan diakhiri dengan kunjungan pameran pengelolaan sampah lingkungan di halaman kantor  Perum Jasa Tirta.

Tugas Satuan Polisi Pamong Praja sebagai Pengegak Perda dan menjaga keamanan membutuhkan koordinasi dengan Satpol PP yang ada di Kabupaten/Kota. Agar koordinasi maupun komunikasi bisa berjalan dengan baik, Satpol PP Jatim menggelar Jambore dengan tema “Jogo Jawa Timur, Kita Wujudkan Satpol PP yang Reponsif, Humanis dan Edukatif dalam Mengawal Pilkada Serentak Tahun 2020 yang diikuti oleh Satpol PP kabupaten.kota se Jatim di Lokasi Waduk Selorejo Kacamatan Ngantang Kabupaten Malang, tanggal 15 s.d 18 Oktober 2019. Satpol PP juga harus mengetahui dinamika di masyarakat yang terus bergerak dan berkembang, seperti adanya berita bohong atau hoak dan pemberitaan provokatif yang memicu aksi demo. Sementara itu Kasatpol PP Jatim, Budi Santosa mengatakan, tujuan Jambore ini adalah untuk meningkatkan jiwa korsa, koordinasi dan sinergitas dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan lainnya adalah untuk membentuk fisik dan mental serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan ini diikuti 500 peserta yang dibagi dalam 38 regu. Kegiatan di Jambore ini meliputi, bakti sosial, penyerahan bibit tanaman, penaburan benih ikan, donor darah, sarasehan dan beberapa lomba ketangkasan.

Pelaksana peraturan daerah membutuhkan SDM yang berkualitas, utamanya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yaitu Satpol PP. Satuan Polisi Pamong Praja untuk saat ini masih memerlukan peningkatan. Dimana untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Satpol PP sangat penting. Untuk melakukan Peningkatan SDM di bidang Satpol PP, maka diadakan Pembinaan Sumber Daya Aparatur dalam rangka “Peningkatan Pelayanan Publik dan Pengembangan Sumber Daya Manusia bagi PNS dilingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur Tahun 2019” yang dilaksanakan pada hari Rabu s.d Kamis, di Puncak Ayanna Hotek dan Resort Trawas. Dan dihadiri oleh 111 Peserta yang seluruhnya dari anggota Satpol PP Prov. Jatim guna meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia. Kegiatan diisi dengan materi “Pengembangan SDM dan Pelayanan Publik” dari Bp. Samidi dan “Motivator Soft Skill, Character and Productivity” dari Bp. Doddy Faisal Chumainy (Widyaiswara BPSDM Prov. Jatim). Kegiatan berjalan dengan baik dan semoga kedepannya anggota Satpol PP bisa meningkatkan produktivitas kinerja dan sinergitas antar masyarakat.

Setelah usai menggelar malam Tahlilal Kubro di Madiun sebagai awal rangkaian HUT Pemprov Jawa Timur ke 74, pagi ini, Jumat (11/10/2019), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, berangkat memimpin ziarah ke Makam Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo alias Gubernur Suryo, gubernur pertama Provinsi Jawa Timur di tahun 1945 begitu Indonesia Merdeka. Bersama Bupati Magetan Suprawoto, pejabat Forkopimda dan Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur sebagai irup upacara, Khofifah memimpin penghormatan, mengheningkan cipta dan juga tabur bunga ke makam pahlawan nasional tersebut. Bahkan saat pertempuran Surabaya, Gubernur Suryo bersama Bung Tomo menggelorakan semangat perjuangan hingga kemudian dikenal dengan pertempuran 10 Nopember. Dia juga dianugerahi gelar pahlawan nasional.

test4