SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

PROVINSI JAWA TIMUR

logo

Statistik Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini112
mod_vvisit_counterKemarin555
mod_vvisit_counterMinggu Ini112
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin4173
mod_vvisit_counterBulan Ini3433
mod_vvisit_counterBulan Kemarin19492
mod_vvisit_counterSampai Hari Ini1709490

IP: 18.207.254.88
Hari Ini: 06 Jun, 2020

Situs Resmi Satpol PP Jatim

Penambangan tanah uruk berkedok kolam pemancingan sampai menjadi perhatian Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Pada Hari Selasa Tanggal 19 Maret 2019, korps penegak perda tingkat satu itu ingin membuktikannya dengan meninjau lokasi di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan. Ada empat personel Satpol PP Prov.Jatim dari bidang penegakan perda yang meninjau lokasi, mereka datang didampingi sejumlah anggota Satpol PP Kab. Madiun untuk melihat kondisi pengerukan yang sudah kelewat batas. Padahal belum mengantongi izin sesuai regulasi. Hal tersebut diyakini tidak akan terjadi seandainya sudah mengikuti prosedur. Sebab Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan rekomendasi teknis terkait batas luasan dan kedalaman yang bisa dikeruk

Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, Selasa (28/4) mulai berlangsung. Pemberlakuan jam malam mulai pukul 21.00 - 04.00 WIB menjadi perhatian serius Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur. Pada patroli kali ini personel disebar menjadi tiga tim yang menyasar tiga wilayah PSBB secara bersamaan. Diawali dengan apel gelar pasukan di kantor Satpol PP Jatim di Jalan Jagir mulai pukul 19.30 dan pada pukul 20.30 WIB seluruh personel sudah mulai bergerak ke wilayah yang dituju masing-masing.

Dalam patroli malam itu, pihaknya dibantu berbagai elemen masyarakat. Mulai dari Anshor, Banser, LSM Pager Jati, perwakilan mahasiswa dari GMNI dan PMII, serta aktivis buruh. Memang untuk tiga hari pertama ini, kami masih menekankan upaya persuasif dengan sosialisasi. Namun mulai hari keempat atau 1 Mei hingga 11 Mei 2020 nanti kami akan lebih tegas dengan upaya represif. Kalau ada warung yang buka saat jam malam akan kami paksa untuk tutup.

Pada Rabu Malam (14/5/2020), Satpol PP Provinsi Jawa Timur dan Kecamatan Gunung Anyar merazia warung-warung tersebut, jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Deretan warung di kawasan Jalan Gunung Anyar Sawah masih tampak ramai Penjual maupun pembeli yang berkerumun, khusus di warung kopi (Warkop). Petugas gabungan dari Kodim0831 Rungkut, Polsek Rungkut, Aktivis Mahasiswa (GMNI), Komunitas suporter Persebaya (BONEK), LSM dan Petugas Pemkot setempat langsung menegur dan meminta pedagang dan pengunjung segera kembali kerumah. Apalagi imbauan sudah berkali-kali diberikan oleh Kecamatan Gunung Anyar, yaitu mereka boleh beroperasi maksimal sampai pukul 21.00. Upaya itu dilakukan dalam masa pencegahan penyebaran Covid-19 Satpol PP Provinsi Jawa Timur memang rutin berpatroli di berbagai daerah, terutama di kawasan perbatasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur, kembali menggelar razia guna memutus rantai penularan virus Corona atau covid 19. Kali ini, sasaran patroli keramaian ditujukan di Wilayah Kecamatan Gayungan dan Jambangan, Surabaya, Sabtu (18/4/2020). Aksi ini melibatkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Polsek Gayungan, Babinsa Koramil Dukuh Menanggal, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Bonek Rungkut Area, GP Ansor, Banser, Tagana, Satpol PP setempat, petugas kesehatan dan para aktivis buruh.

Petugas gabungan telah menyisir sejumlah tempat keramaian. Mulai dari warung kopi, warung makan, rental warnet game online, restoran dan kost kost an. Mereka kemudian, membagikan hand sanitizer, masker, menyemprot cairan disinfektan dan memasang leaflet, di beberapa titik. Mulai dari Jalan Dukuh Menanggal, Perbatasan Waru, Jalan Raya Ketintang, dan berakhir di Jalan Raya Jambangan. Kedatangan Bonek, dan petugas gabungan membuat pengunjung kafe, restoran dan orang yang berada di pusat keramaian bubar seketika. Ini setelah mereka melihat petugas dari Satpol PP Provinsi Jawa Timur membawa alat rapid test Covid-19.

Kasat Pol PP Provinsi Jatim, Budi Santosa, menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan rutin itu merupakan langkah promotif dan preventif sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona dengan memberi edukasi pemilik warung yang masih buka agar segera menutup lapaknya pada jam 19.00 Wib. Kedepan, petugas gabungan akan melakukan razia rutin di lokasi tersebut. Mengingat, Gayungan dan Jambangan adalah satu lokasi di Surabaya yang berada di dalam zona merah penyebaran virus Corona.

Penyebaran Corona Virus Disease (Covid) 19 di wilayah Sidoarjo menjadi perhatian serius Satpol PP Jawa Timur. Untuk itu, patroli promotif preventif untuk membubarkan kerumunan massa dilakukan, Rabu (8/4) dengan menyisir wilayah Kec Waru dan Kec Gedangan yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya.

Sidoarjo ini zona merah kedua setelah Surabaya. Untuk patroli ini kami lakukan di wilayah pinggiran di Waru dan Gedangan, karena di daerah tengah kota sudah cukup bagus. Dalam pelaksanaan patroli ternyata masih banyak ditemukan masyarakat yang berkumpul dan nongkrong di warung kopi, tim gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, Banser, Anshor, mahasiswa dan aktivis buruh yang tergabung langsung memberikan edukasi dan membubarkan warga yang didominasi anak muda.

Kasatpol PP Prov Jatim, Budi Santosa menegaskan, kunci penyelesaian masalah Covid 19 adalah disiplin. "Kalau sudah ada surat edaran dan himbauan dari pemerintah itu harus diikuti. Karena kita tahu, permasalahan ini harus diselesaikan bersama.

test4