Pengamanan Peringatan Hari Buruh International (May Day) yang dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2013 pukul 07.00 s/d 18.00 WIB. Massa aksi buruh diperkirakan ± 10.000 orang yang tergabung dalam ring I meliputi Wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan terkonsentrasi di depan Gedung Negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo No. 7 Surabaya untuk memperingati hari buruh international dengan menggelar orasi dan menyampaikan beberapa tuntutan.

Anggota DPR RI Komisi IX dari fraksi PDI P yakni Sdri. Rieke Diah Pitaloka sempat memberikan orasi politik dan mengkritisi kebijakan Pemerintah terkait dengan status tenaga kerja Outsourching dan rencana pemberlakuan kenaikan harga bahan bakar minyak. Sempat terjadi kesalahpahaman dan keributan antar sesama buruh dan beberapa diantara buruh dari SPSI Gresik yang dianggap menyulut ketegangan diamankan oleh Aparat dari Polrestabes Surabaya. Akhirnya Koordinator dari masing – masing buruh yang berunjuk rasa diterima di ruang rapat Wakil Gubernur Jawa Timur oleh :

  1. Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur ( Edi Purwinarto).
  2. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur ( Zainal Muhtadien ).
  3. Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur (Hary Soegiri).
  4. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur ( Moechgiyanto ).
  5. Kapolrestabes Surabaya ( Tri Maryanto ).
  6. Kepala Biro Adm. Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Jatim ( Bawon Adi ).
  7. Kepala Biro Adm. Kemasyarakatan Setda Prov. Jatim (Ratnadi Ismaoen).

Bapak Asisten III, mewakili Bapak Gubernur Jawa Timur yang berhalangan untuk menemui rekan – rekan buruh karena mendampingi Bapak Presiden RI yang melakukan kunjungan kerja di PT. Unilever dan PT. Maspion Group, menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh International dan menjelaskan kronologis dari awal hingga munculnya Pergub Nomor 29 Tahun 2013 tentang Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota Pasuruan. Selama berlangsungnya kegiatan peringatan hari buruh international di depan Gedung Negara Grahadi situasi dan kondisi dengan sepenuhnya dapat dikendalikan oleh Aparat POLRI dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya.

 

KEMBALI