SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

PROVINSI JAWA TIMUR

logo

Statistik Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini230
mod_vvisit_counterKemarin744
mod_vvisit_counterMinggu Ini4688
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin4622
mod_vvisit_counterBulan Ini16934
mod_vvisit_counterBulan Kemarin23737
mod_vvisit_counterSampai Hari Ini1488545

IP: 3.227.233.6
Hari Ini: 24 Agu, 2019

Upacara Peringatan HUT ke-64 Satuan Polisi Pamong Praja dirangkaikan dengan HUT ke 52 Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2014 dengan tema "Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat Siap Mengawal Pelaksanaan Pemilu Tahun 2014 melalui Tugas Pokok dan Fungsi" yang dilaksanakan tanggal 3 Maret 2014 bertempat di Lapangan Kodam V/Brawijaya. Pasukan upacara diperkirakan ± 1700 orang atau 55 peleton terdiri dari 38 Pol PP Kabupaten Kota di Jawa Timur, TNI, POLRI, KORPRI, Dishub, Banpol PP, Satlinmas, Pemadam Kebakaran, Resimen Mahasiswa dan Pramuka.  Direncanakan Mendagri Gamawan Fauzi akan hadir dan bertindak selaku Inspektur Upacara, sayangnya Mendagri berhalangan hadir dan diwakilkan ke Gubernur Jatim Soekarwo.

Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang dibacakan Gubernur Jawa Timur menyampaikan agar seluruh jajaran Satpol PP dan Satlinmas meningkatkan kesiapsiagaan sebelum; pada saat ; dan setelah pemungutan suara pada Pemilu 2014. Gubernur Soekarwo menyatakan tugas utama Satpol PP dan Satlinmas adalah menegakkan peraturan perundangan dan Perda. Tetapi ada tambahan tugas yang sangat berat ikut mengamankan peraturan pemilu dan mensukseskan Pemilu,. “Tugas Satpol PP harus memperhatikan faktor penting dalam mengoptimalisasikan ketertiban dan ketentraman masyarakat saat Pemilu tahun 2014. Salah satunya dengan berkoordinasi, sinkronisasi baik secara horizontal dan vertikal dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD), seperti Bawaslu, KPU,TNI POLRI dan Bakesbangpol,” ucap Beliau.

Usai defile seluruh pasukan, para undangan dihibur penampilan atraksi bela diri oleh personel Pol PP dan sajian tari kolosal yang mempertunjukkan cerita perjuangan Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya saat mendirikan kerajaan Majapahit.

test4